Bambang Purnomo, 1991. Sastra Jawa dalam Aneka Pengkajian. Semarang: Panitia . Konggres Bahasa Jawa Baroroh Baried dkk, 1983. Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bratakesawa, 1952. Katrangan Tjandrasangkala. Jakarta : Balai Pustaka . Budiono Herusatoto, 1987.
Si Bungkus dening Bathara Guru diwenwhi jeneng Werkudara, dene wong tuwane nengeri Bima (Si Bungkus oleh Bathara Guru diberi nama Werkudara, sedangkan orang tuanya memberi nama Bima). Bathara Bayu menehi sebutan Bratasena amarga nunggak semi karo jenenge Gajah Sena (Bathara Bayu memberi nama Bratasena karena mirip dengan nama Gajah Sena).
Dalam sebuah cerita pewayangan Dewa Ruci atau Bima Suci adalah sebuah cerita kesetiaan seorang murid kepada gurunya, meskipun sebetulnya menjerumuskan muridnya. Tokoh dalam cerita Bima Suci adalah Bima (anak kedua) dari Pandawa. Pandawa dan Kurawa semua murid dari Begawan Drona. Kurawa yang berjumlah 100, semua berwatak
Werkudara iku putrane Prabu Pandhu Dewanata Ian Dewi Kunthi sing angka kalih. Werkudara iku titisane Bathara Bayu. Awit putra angka loro, mula Werkudara uga sinebut putra panenggaking Pandhawa.
Cerita Rakayat Sasak Cupak Gerantang Lengkap _ Lombok Cyber4rt. WildanRasyidAlafasy. Teks Drama Bima Bungkus Bahasa Jawa . Robbie Arsyadanie. cerita wayang.
nKqy9.
cerita bima bungkus bahasa jawa lengkap