SelainTimy sendiri, caranya berinteraksi dengan istrinya jadi #RelationshipGoals buat saya. Mungkin karena sama-sama bekerja di start-up, obrolan mereka nyambung banget. Mereka juga satu jurusan di UI, hanya beda angkatan. Engga nyangka, mereka sudah menikah 3 tahun lho. Istrinya ini manis manja gitu.
Olehkarena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Uang antara Rp.20.000,- sampai dengan Rp.50.000,- Sesungguhnya pembagian tugas antara suami dan istri bukanlah sesuatu yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Ekonomi
Bolehjadi, suami mencari nafkah di luar, tapi jangan lupa kewajiban isteri di rumah jauh lebih berat dari kerjaan suami di luar rumah. Saya misalnya, kalau disuruh memilih antara kerja domestik di rumah dan kerja di area publik, pasti saya pilih kerja di area publik. Mengapa? Karena kerja di ranah publik sangat teratur.
MAHAKAGROUP Rp 5.500 16 HLM/20 HLM E-PAPER NOMOR 130/TAHUN KE-29 Luar P Jawa Rp 6.000 JUMAT, 21 MEI 2021 | 9 SYAWAL 1442 H (ditambah ongkos kirim) @republikaonline RO RepublikaOnline MOHAMMED TALATENE/DPA VIA REUTERS Warga dan anggota Pertahanan Sipil Palestina
TheIndonesia post-New Order era saw anti-heresy campaign against Ahmadiyah and Shia on the rise. Instead ofcprotecting Ahmadiyah and Shia congregations, the government officials often were complicit to the violent protests perpetrated by the
A5amwOQ. - Salah satu kewajiban suami kepada istri dalam pernikahan adalah memberikan nafkah. Lalu, apakah nafkah sama dengan uang belanja? Yuk simak penjelasan ulama Buya Yahya. Nafkah merupakan kewajiban suami kepada istrinya pun keluarganya. Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Thalaq ayat 6 -7 yang artinya โTempatkanlah mereka para istri di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu. Janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka. Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya.โ Hal serupa dijelaskan kembali oleh Buya Yahya melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 6 Maret 2023, bahwa nafkah adalah kewajiban yang Allah bebankan kepada suami untuk istrinya. Baca Juga Tahukah Kamu, Mengapa Muadzin Tutup Telinga Saat Adzan? Ternyata Ini Alasannya Kata Buya Yahya โArtinya seorang suami punya kewajiban untuk mencukupi kebutuhan pribadi yang prinsip dari istrinya,โ imbuhnya, dikutip pada Rabu 5/3/2023. Kebutuhan tersebut mencakupi urusan makanan, hal-hal pribadi miliknya dan urusan tempat tinggalnya sesuai kemampuan suami. Sementara hal-hal lain yang di luar daripada kebutuhannya merupakan bentuk dari kasih sayang dan kebaikan seorang suami kepada istri. Perihal uang belanja, menurut pemaparan Buya Yahya, kemungkinan munculnya istilah tersebut lantaran suami yang terkesan pelit atau tidak mencukupi kebutuhan istri keluarga. โSebetulnya enggak perlu dibedakan. Seorang suami memberikan kecukupan pada keluarganya sebuah kewajiban. Kalau ada kelebihan adalah sebuah kemuliaan. Jadi di dalam uang belanja itu ada uang nafkah,โ terang Buya Yahya. Nafkah yang diberikan suami pun harus mencukupi untuk kebutuhan pribadi istri dan anak. Baca Juga Niatnya Mau Tahajud tapi Malah Bablas Tidur sampai Subuh? Begini Kata Buya Yahya โMaka belanja yang diberikan itu secukupnya adalah akan jadi nafkah, selebihnya akan jadi kebaikan seorang suami.โ Shilvia Restu Dwicahyani
๏ปฟGabung KomunitasYuk gabung komunitas {{forum_name}} dulu supaya bisa kasih cendol, komentar dan hal seru lainnya. Sebelumnya maaf kalo repost, tapi mudah2an kagak... Ane mengutip dari Sumber ada artikel menarik yg mungkin sering menjadi permasalahan dalam rumah tangga. Berikut isinya.... Spoiler for Antara Uang Belanja dan Nafkah Istri Apakah Anda sudah tahu perbedaan uang belanja dan uang nafkah? Inilah kisah yang akan saya bagikan kepada pembaca semua disini. Uang belanja dan uang nafkah bagi saya memang agak sama namun berdeda. Salah satu contoh ketika belanja kebutuhan dan menafkahi istri sama-sama bermakna memberikan sejumlah uang kepdanya untuk memnuhi kebutuhan rumah tangga secara periodik, sedikit perbedaannya yaitu bahwa menafkahi tidak harus uang namun bisa bersifat non materi. Bisa dibilang jika kita telah memberi uang kepada istri berarti kita telah memberikan nafkah lahir materi, itu adalah pemahaman pemahaman saya dulu. Yang membedakan uang belanja dan uang nafkah yaitu contoh anggaran belanja rumah tangga teman saya bisa dikatakan menarik, karena dari berbagai anggaran yang saya lihat ini ada โnafkah istriโ. Lantas apa bedanya? Teman saya pun menjawab โnafkah istri berarti suami memberikan sebagian hartanya kepada istri untuk dikelola dan digunakan untuk kepentingan pribadi istrinya, sedangkan belanja istri adalah memberikan harta uang untuk kebutuhan hidup suami, istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnyaโ. Setelah saya mendengar apa yang dia sampaikan akhirnya, saya dapat membedakan antara uang belanja dan uang nafkah. Saya dapat mengambil kesimpulan uang belanja dan uang nafkah yang merupkan 2 kewajiban seorang suami. Uang belanja merupkan kewajiban seorang suami sebagai kepala keluarga bagaimana bisa menyejahterakan dan mencukupi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya sedangkan uang nafkah merupakan kewajiban seorang suami yang qowam untuk menjaga kemuliaan dan membahagiakan wanita yang kini menjadi istrinya. Kedudukan uang nafkah terdapat kemuliaan seorang istri, uang nafkah bukan menjadi โpengemisโ dalam memnuhi kebutuhan pribadinya. Uang nafkah merupakan hak yang harus diterima sang istri dan istri punya hak penuh dalam mengelola dan menggunakan untuk kepentingan pribadinya. Sehingga sang istri dapat memenuhi kebutuhan yang apa dia inginkan tanpa mengemis kepada suaminya apalagi harus bekerja diluar rumah. Menurut saya, Jadi jika suami hanya memberikan uang belanja bulanan saja kepada istrinya bagi saya mungkin tidak cukup dan bahkan tidak menghargai istrinya. Jika hanya memberikan uang belanja saja maka sama saja kita menjadikan istri kita sebagai pembantu kita saja. Jika istri berkerja juga, kita harus meberikan uang dan nafkah juga walaupun jumlahnya agak sedikit karena keduanya merupakan hak istri dan kewajiban sang suami. Jika sekarang masih ada suami hanya memberikan uang belanja maka harus segeralah lengkapi kewajiban Anda melengkapi kebutuhan istri Anda dengan uang nafkah. Kerena dalam uang nafkah tersebut merupakan suatu kemulian bagi istri dan memang sudah kewajiban dari suami. Dalam hati ane sebagai laki-laki ngerasa kok banyak banget ya tuntutan dari wanita...? Tapi kalo dipikir-pikir, masuk akal juga sih. Kita udah ngambil mereka dari orang tua mereka, menjadikan mereka ibu dari anak2 kita, pengurus rumah tangga kita, juga tempat melampiaskan hasrat seksual. Rasanya cukup adil kalo sebagai laki-laki, kita wajib memuliakan istri kita.... Sekian trit ane gan. Semoga bermanfaat.... 15-06-2015 1215 catros dan 3 lainnya memberi reputasiDiubah oleh animanji 15-06-2015 1218 mapan dulu gan, baru nikahin anak orang 15-06-2015 1216 sedikit berbeda yah ane keknya cuman ngasih belanja doang gan , soalnya pas banghet 15-06-2015 1216 7p tyo memberi reputasi nais inpoh bagi gua yang masih mencari calon 15-06-2015 1216 Kaskus Addict Posts 2,170 QuoteOriginal Posted By rezapicklessโบmapan dulu gan, baru nikahin anak orangterus kalo kagak mapan2 apa jadi ngejomblo aja seumur hidup gan 15-06-2015 1218 Diubah oleh 15-06-2015 1218 QuoteOriginal Posted By rezapicklessโบmapan dulu gan, baru nikahin anak orangKejam ente gan... QuoteOriginal Posted By tokomapanโบsedikit berbeda yah ane keknya cuman ngasih belanja doang gan , soalnya pas banghet Nah itu gan, sama kek ane... QuoteOriginal Posted By septiansendiโบnais inpoh bagi gua yang masih mencari calon Tengkyuu... 15-06-2015 1220 Kaskus Addict Posts 3,998 ane nyari duit aja yg banyak dulu deh gan...istri cantik,baik dan sholeh adalah ikutan setelahnya 15-06-2015 1225 Kaskus Maniac Posts 7,232 klo yang rutin n pasti nominal nya sih uang belanja tapi klo doi dapet rejeki lebih ane suka dikasih kata nya terserah mau di tabungin or di jajanin mungkin itu yg dinamain nafkah ya gan 15-06-2015 1227 Kaskus Addict Posts 1,788 QuoteOriginal Posted By animanjiโบSebelumnya maaf kalo repost, tapi mudah2an kagak... Ane mengutip dari Sumber ada artikel menarik yg mungkin sering menjadi permasalahan dalam rumah tangga. Berikut isinya.... Spoiler for Antara Uang Belanja dan Nafkah Istri Apakah Anda sudah tahu perbedaan uang belanja dan uang nafkah? Inilah kisah yang akan saya bagikan kepada pembaca semua disini. Uang belanja dan uang nafkah bagi saya memang agak sama namun berdeda. Salah satu contoh ketika belanja kebutuhan dan menafkahi istri sama-sama bermakna memberikan sejumlah uang kepdanya untuk memnuhi kebutuhan rumah tangga secara periodik, sedikit perbedaannya yaitu bahwa menafkahi tidak harus uang namun bisa bersifat non materi. Bisa dibilang jika kita telah memberi uang kepada istri berarti kita telah memberikan nafkah lahir materi, itu adalah pemahaman pemahaman saya dulu. Yang membedakan uang belanja dan uang nafkah yaitu contoh anggaran belanja rumah tangga teman saya bisa dikatakan menarik, karena dari berbagai anggaran yang saya lihat ini ada โnafkah istriโ. Lantas apa bedanya? Teman saya pun menjawab โnafkah istri berarti suami memberikan sebagian hartanya kepada istri untuk dikelola dan digunakan untuk kepentingan pribadi istrinya, sedangkan belanja istri adalah memberikan harta uang untuk kebutuhan hidup suami, istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnyaโ. Setelah saya mendengar apa yang dia sampaikan akhirnya, saya dapat membedakan antara uang belanja dan uang nafkah. Saya dapat mengambil kesimpulan uang belanja dan uang nafkah yang merupkan 2 kewajiban seorang suami. Uang belanja merupkan kewajiban seorang suami sebagai kepala keluarga bagaimana bisa menyejahterakan dan mencukupi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya sedangkan uang nafkah merupakan kewajiban seorang suami yang qowam untuk menjaga kemuliaan dan membahagiakan wanita yang kini menjadi istrinya. Kedudukan uang nafkah terdapat kemuliaan seorang istri, uang nafkah bukan menjadi โpengemisโ dalam memnuhi kebutuhan pribadinya. Uang nafkah merupakan hak yang harus diterima sang istri dan istri punya hak penuh dalam mengelola dan menggunakan untuk kepentingan pribadinya. Sehingga sang istri dapat memenuhi kebutuhan yang apa dia inginkan tanpa mengemis kepada suaminya apalagi harus bekerja diluar rumah. Menurut saya, Jadi jika suami hanya memberikan uang belanja bulanan saja kepada istrinya bagi saya mungkin tidak cukup dan bahkan tidak menghargai istrinya. Jika hanya memberikan uang belanja saja maka sama saja kita menjadikan istri kita sebagai pembantu kita saja. Jika istri berkerja juga, kita harus meberikan uang dan nafkah juga walaupun jumlahnya agak sedikit karena keduanya merupakan hak istri dan kewajiban sang suami. Jika sekarang masih ada suami hanya memberikan uang belanja maka harus segeralah lengkapi kewajiban Anda melengkapi kebutuhan istri Anda dengan uang nafkah. Kerena dalam uang nafkah tersebut merupakan suatu kemulian bagi istri dan memang sudah kewajiban dari suami. Dalam hati ane sebagai laki-laki ngerasa kok banyak banget ya tuntutan dari wanita...? Tapi kalo dipikir-pikir, masuk akal juga sih. Kita udah ngambil mereka dari orang tua mereka, menjadikan mereka ibu dari anak2 kita, pengurus rumah tangga kita, juga tempat melampiaskan hasrat seksual. Rasanya cukup adil kalo sebagai laki-laki, kita wajib memuliakan istri kita.... Sekian trit ane gan. Semoga bermanfaat.... Ane setuju Bray tapi ga sepenuhnya setuju dengan yang Bray jabarin diatas.... Memang kita wajib memuliakian istri kita tapi untuk SEX, itu bukan melampiaskan. kesannya hanya suami aja yang butuh, padahal kenyataannya dilapangan atauy diatas ranjang, justru istri yang lebih sering minta ini survey ELESIY yaa Bray Sex itu nafkah yang diberikan dari suami ke istri atau dari istri kesuami, jadi bukan semata-mata pelampiasan terhadap istri. Ngeri-ngeri sedap itu barang Bray 15-06-2015 1230 KASKUS Addict Posts 1,078 trus klo bini kerja.. ngasih 'nafkah' jga gan,?? trus klo gaji bini lbih gede dri suami gan,? trus klo suami pengangguran gmna gan,? eace 15-06-2015 1232 Kaskus Addict Posts 3,721 Dasar rumah tangga itu mah om, emang beda. Keuangan jg harus di bedain. mana yg buat kebutuhan sendiri, mana yg buat kebutuhan rumah tangga, mana yg buat kebutuhan istri. Bukannya gaji sebulan malah di kasih semua ke istri trus si suami malah dijatah "sekian" uang jajan sama istri. Kan konyol Uang suami itu jg uang istri, tp uang istri ya tetep punya istri 15-06-2015 1243 Kaskus Addict Posts 2,188 mapan dulu baru nikah gan,. 15-06-2015 1252 Kaskus Addict Posts 2,367 menurut ane itu yang disebut TS itu betul sebagai kewajiban cuma sebagian kecil dari sebuah romantika berumahtangga. Namun, tiap rumah tangga adalah diciptakan dari minimal 2 orang dewasa yang saling mengerti. Jika suami pengertian, dia pasti memberi nafkah lahir batin Jika istri pengertian, dia pasti mau membantu suami untuk kehidupan keluarga. Terlepas dari penghasilan istri lebih besar dari suami atau tidak. 15-06-2015 1257 QuoteOriginal Posted By donsantosoโบsangat spektakuler paham wanita jaman ini. yg lebih spektakuler adalah paham dimana semua pekerjaan adalah kewajiban suami. pekerjaan cari duit maupun pekerjaan rumah tangga tugas suami. istri cuma buka mulut atas buat makan, dan mulut bawah buat ***. sisanya kewajiban suami. baca ini keliatanya yg nulis begitu memihak istri, padahal sebenarnya justru merendahkan wanita. itukan sama aja artinya wanita diciptakan tuhan cuma bisa makan dan ***.Kok malah merendahkan gan..? Itu kan gambaran soal nafkah yg diberikan suami ke istri. Kalo masalah istri mau kerja sendiri itu lain soal, tapi yg penting hak2 istri dari suami kalo bisa dipenuhi dulu.... QuoteOriginal Posted By intanradenโบklo yang rutin n pasti nominal nya sih uang belanja tapi klo doi dapet rejeki lebih ane suka dikasih kata nya terserah mau di tabungin or di jajanin mungkin itu yg dinamain nafkah ya ganEntah lah sist, coba tanya ke si doi... QuoteUps, maaf... QuoteOriginal Posted By agenaquaโบtrus klo bini kerja.. ngasih 'nafkah' jga gan,?? trus klo gaji bini lbih gede dri suami gan,? trus klo suami pengangguran gmna gan,? eaceKalo istri kerja trus penghasilannya lebih gede dari suami, secara penalaran itu milik istri semua gan. Tapi kalo suami gak kerja terus istri penghasilannya dipake sendiri, terus si istri masih nuntut materi suami, itu istri kebangetan banget gan... QuoteOriginal Posted By rumah tangga itu mah om, emang beda. Keuangan jg harus di bedain. mana yg buat kebutuhan sendiri, mana yg buat kebutuhan rumah tangga, mana yg buat kebutuhan istri. Bukannya gaji sebulan malah di kasih semua ke istri trus si suami malah dijatah "sekian" uang jajan sama istri. Kan konyol Uang suami itu jg uang istri, tp uang istri ya tetep punya istri Tinggal saling pengertiannya aja sih gan... 15-06-2015 1301 QuoteOriginal Posted By shafanyaโบmenurut ane itu yang disebut TS itu betul sebagai kewajiban cuma sebagian kecil dari sebuah romantika berumahtangga. Namun, tiap rumah tangga adalah diciptakan dari minimal 2 orang dewasa yang saling mengerti. Jika suami pengertian, dia pasti memberi nafkah lahir batin Jika istri pengertian, dia pasti mau membantu suami untuk kehidupan keluarga. Terlepas dari penghasilan istri lebih besar dari suami atau banget gan. Yaaahh tinggal gimana ngatur komunikasinya aja, biar bisa diajak kerja sama, berbagi peran, saling mengisi. Ane yakin, semua pria suami yg bertangung jawab pasti berusaha buat memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk istri.... 15-06-2015 1305 Kaskus Addict Posts 2,067 nanti kalau dah punya istri gw kasih 2 2 nya gan he he belum paham banget sih 15-06-2015 1310 kalo ane gak salah ingat nafkah itu terjemahannya belanja juga. jadi??? 15-06-2015 1310 ane dar awal kimpoi ane kasih semua gaji ane ke istri so biar dia yang kelola, mau dipake apa terserah, mau dipake belanja bulanan silahkan,mau dibelanjai buat diri sendiri monggo ane bebasin, seperti kata TS laki-laki sudah mengambilnya dari keluarganya berarti harus dijamin semua kebutuhannya... 15-06-2015 1314 Kaskus Addict Posts 1,447 Uang bersama , di pakai bersama . Bukan nya egois ini uangku itu uang mu Tapi uang bersama 15-06-2015 1314 Kaskus Maniac Posts 5,243 kalo ane mah ngasih ke istri uang ane tp ga smua, intinya yg pasti duit istri lbih gede dr ane mskipun itu hasil kerja keras ane. ya itung2 jajan kalo ane mah, nah istri mah buat kprluan smua 15-06-2015 1315
Penulis Najmah Saiidah KELUARGA โ Islam telah memberikan tanggung jawab kepada ayah atau suami untuk menafkahi istri dan anak-anaknya sesuai kebutuhan dan batas-batas kemampuannya. Allah berfirman, โHendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.โ QS At-Thalaq 7 Rasulullah saw. bersabda, โBarang siapa yang menafkahkan hartanya untuk istri, anak dan penghuni rumah tangganya, maka ia telah bersedekah.โ HR Thabrani Rasul saw. dalam Haji Wada bersabda, โAyomilah kaum wanita para istri karena Allah, sebab mereka adalah mitra penolong bagimu. Kamu telah memperistri mereka dengan amanah Allah dan kemaluan mereka menjadi halal bagimu dengan kalimat Allah. Kamu berhak melarang mereka untuk membiarkan orang yang engkau benci memasuki kediamanmu. Mereka berhak atasmu untuk dipenuhi kebutuhan nafkah dan pakaian secara lazim.โ Islam telah mengatur tanggung jawab penafkahan ini dengan sangat terperinci, sehingga kehidupan keluarga bisa dilalui dengan penuh ketenteraman dan kebahagiaan. Pengaturan Islam tentang Nafkah Islam telah mengatur tanggung jawab pemenuhan kebutuhan keluarga dengan sangat terperinci dan memberikan tanggung jawab ini kepada ayah atau suami. Karenanya, sistem Islam akan memberi peringatan dan sanksi pada laki-laki jika mereka lalai dalam melaksanakan kewajiban ini. Bahkan, dalam sistem Islam, negara punya hak untuk memaksa kepala keluarga atau wali jika mereka menahan hartanya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga atau orang yang menjadi tanggungannya. Jika seorang suami menahan harta untuk istri dan anak-anaknya, padahal ia memiliki harta yang memadai, dengan kata lain ia kikir sehingga istri dan anak-anaknya tidak terpenuhi kebutuhannya secara memadai, maka Islam memberikan kebolehan kepada istri untuk mengambil harta suami tanpa sepengetahuannya sesuai dengan kebutuhannya dan anaknya. Hal ini pernah terjadi di masa Nabi Muhammad saw.. Adalah Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan pernah mendatangi Rasulullah saw. dan menceritakan bahwa Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit, โIa tidak pernah memberiku dan anak-anakku nafkah secara cukup. Oleh karena itu aku pernah mencuri harta miliknya tanpa sepengetahuannya.โ Lalu Rasul saw. bersabda, โAmbillah dari hartanya dengan makruf baik-baik sebatas apa yang dapat mencukupimu dan anakmu.โ HR Bukhari dan Muslim Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa diperbolehkan mengambil uang suami tanpa sepengetahuannya. Akan tetapi, yang perlu digarisbawahi adalah keperluan yang dimaksud oleh istri dalam kaitannya dengan kebutuhan pokok yang sifatnya urgen dan sesuai kebutuhan, sebab redaksi hadis menyebutkan, โโฆ yang mencukupimu dan anakmu sebagaimana mestinya makruf.โ Ketika Uang Belanja Tidak Mencukupi, Apa yang Harus Istri Lakukan? Pada faktanya, terlebih dalam sistem kehidupan sekuler kapitalisme ini, tidak ada jaminan apa pun dari negara, termasuk kebutuhan pokok rakyatnya. Karenanya, beban keluarga muslim di negeri ini cukup berat. Kebutuhan pokok, baik sandang, pangan, dan papanโbelum lagi pendidikan, kesehatan, dan keamananโsemua ditanggung sendiri oleh keluarga muslim. Belum lagi harga barang-barang kebutuhan pokok terus menanjak, bahkan seolah tidak pernah kembali ke harga awal. Terlebih lagi saat pandemi seperti sekarang, ditambah kebijakan PPKM yang dicanangkan penguasa negeri, tidak sedikit keluarga muslim yang berkurang pendapatannya, bahkan ada di antara mereka tidak memperoleh pendapatan sama sekali hingga mengharuskannya mengencangkan ikat pinggang dalam mengelola keuangan agar keluarga tetap bisa bertahan hidup. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh para istri? 1. Tetap Memotivasi dan Mengingatkan Suami Untuk Mencari Rezeki yang Halal Ketika suami sedang mengalami kesempitan rezeki sehingga nafkah yang diberikan sudah tidak mencukupi, maka seorang istri yang baik tidak akan memojokkan suaminya. Namun, seorang istri pun memiliki peran penting untuk selalu memotivasi suami agar suami tetap berusaha mencari rezeki yang halal. Bagaimanapun, manajemen keuangan keluarga islami harus dilandasi prinsip keyakinan bahwa penentu dan pemberi rezeki adalah Allah Swt., tugas manusia adalah berusaha dengan niat untuk memenuhi kebutuhan keluarga agar dapat melaksanakan semua kewajiban. Allah telah mengatur rezeki hamba-Nya, juga sudah dibagi dengan adil, tidak akan pernah tertukar. Ada baiknya mencari waktu dan momen yang baik untuk membicarakan masalah ini dengan suami, misalnya di saat santai berdua bersama suami di malam hari. Kita pun menyampaikannya dengan kalimat yang lembut dan baik, dengan bahasa yang mengajak untuk memecahkan masalah bersama, bukan menumpahkan persoalan kepada suami. 2. Membicarakan Kondisi Keuangan dengan Anak-Anak Sebaiknya kita menyampaikan kondisi keuangan kita kepada anak-anakโterlebih yang sudah menjelang baligโagar mereka tidak kaget ketika terjadi perubahan pola konsumsi dalam keluarga. Kita juga harus mengenalkan kepada anak-anak untuk mengetahui perencanaan keuangan keluarga, agar mereka pun juga turut andil untuk berhemat, misalnya dengan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting. Dengan demikian, seluruh anggota keluarga bisa memahami kondisi ini, lebih baik lagi jika seluruh anggota keluarga bisa bekerja sama dan melakukan aktivitas bersama, seperti memasak makanan kesukaan keluarga yang biasanya dibeli, sehingga bisa menghemat pengeluaran keluarga. Atau berkebun sayuran bersama walaupun sederhana, sehingga di samping bisa mempererat hubungan keluarga, juga bisa mengurangi uang belanja. 3. Prioritaskan Penunaian Kewajiban dan Kebutuhan Pokok Dalam sistem sekuler kapitalisme, tidak ada yang cuma-cuma. Kebutuhan-kebutuhan pokok seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang seharusnya menjadi kewajiban negara untuk memenuhinya, dibebankan kepada rakyat. Sehingga, rakyat dibebankan biaya-biaya yang tidak sedikit. Setiap bulannya kita dituntut untuk membayar listrik, air, uang sekolah anak, bahkan ada sebagian kita yang harus membayar jasa keamanan karena negara tidak menjaminnya. Terkait dengan pemenuhan akad-akad yang sudah kita lakukan, mau tidak mau kita harus penuhi. Jika kita tidak mampu menunaikannya pada saat ini, harus dikomunikasikan dengan pihak yang berakad, apakah posisinya menjadi utang, minta keringanan, atau dibebaskan. Demikian halnya dengan kebutuhan pokok, seorang istri tentu saja harus lebih memprioritaskan membeli kebutuhan-kebutuhan yang penting dan pokok, misalnya pangan untuk kebutuhan sehari-hari, baru memikirkan kebutuhan lainnya. Kebutuhan makanan untuk seluruh anggota keluarga kita penuhi walaupun dengan menu-menu yang lebih sederhana. Tentu saja menuntut kreativitas dari seorang ibu untuk menyediakan menu-menu makanan yang bergizi, tetapi dengan harga yang dapat dijangkau keuangan keluarga. 4. Mengatur pengeluaran Sesuai Pendapatan Seorang istri memiliki tugas membantu suami dalam mengatur pendapatan suaminya dan tidak boleh membebani suami dengan beban kebutuhan dana di luar kemampuannya. Terlebih di masa pandemiโyang belum tahu kapan akan berakhirโseorang istri harus dapat mengatur pengeluaran rumah tangganya seefisien mungkin menurut skala prioritas sesuai dengan penghasilan dan pendapatan suami, jika bisa menyisihkan untuk ditabung atau bersedekah, tentu lebih baik. Abu bakar ra. pernah berkata, โAku membenci penghuni rumah tangga yang membelanjakan atau menghabiskan bekal untuk beberapa hari dalam satu hari saja.โ Dalam berumah tangga, suami istri hendaknya memiliki konsep bahwa pembelanjaan hartanya akan berpahala jika dilakukan untuk hal-hal yang baik dan sesuai dengan perintah Allah. Sabda Nabi saw., Sesungguhnya tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah dengan ikhlas karena Allah kecuali kamu mendapat pahala darinya.โ Muttafaq Alaih 5. Membelanjakan Secara Hemat dan hidup sederhana Di masa pandemi saat ini, mau tidak mau kita dituntut untuk bijaksana dalam membelanjakan harta, apalagi jika kita tidak memiliki pendapatan tetap atau bisa jadi saat ini kita mengandalkan tabungan. Sudah seharusnya kita berhemat dan menerapkan pola hidup sederhana. Kita membelanjakan sesuai dengan kebutuhan, menahan diri dari membelanjakan harta untuk hal-hal yang kurang penting, semata hanya memenuhi keinginan kita. Rasulullah SAW bersabda โ Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari penghasilan secara baik, membelanjakan hartanya secara hemat, dan bisa menyisihkan tabungan sbg persediaan di saat kekurangan dan kebutuhannya.โ HR. Bukhari dan Muslim 6. Membantu Pendapatan keluarga Tidak dapat dimungkiri, pada faktanya banyak para ayah yang penghasilannya berkurang, bahkan kehilangan pekerjaan di masa pandemi ini. Sesungguhnya Islam tidak melarang para istri bekerja, berdagang, atau melakukan aktivitas lainnya yang menjadi jalan datangnya rezeki untuk membantu suami, asalkan suami mengizinkannya dan ia tidak melalaikan kewajiban utamanya sebagai ummun wa rabbatul bait ibu dan pengelola rumah suaminya serta kewajiban-kewajiban lainnya. Hanya saja, ia tetap berkewajiban mendorong dan memotivasi suaminya untuk berusaha mencari nafkah atau berusaha bersama-sama saling bahu membahu untuk mendatangkan rezeki, misalnya kerja sama dalam berdagang dan sebagainya. 7. Banyak Berdoa Ketika rezeki keluarga kita sedang dalam kesempitan, sudah seharusnya kita mengetuk pintu langit, memohon doa kepada Allah Ar-Rozaak, Sang Maha Pemberi Rezeki, agar selalu memberikan kelapangan rezeki untuk keluarga kita. Ada sebuah kisah ketika keluarga Ali bin Abi Thalib mengalami kesulitan, ia meminta istri tercintanya, Fathimah, untuk menghadap Rasulullah saw.. Kemudian Fathimah menceritakan keadaannya kepada ayahandanya. Dengan penuh kasih, Rasulullah saw. memandang putrinya sembari bertutur, โSungguh, sejak sebulan ini tungku rumah ini juga tidak menyala. Tetapi baru saja aku diberi seekor kambing betina. Jika kamu mau, aku akan usahakan lima ekor untukmu. Atau kamu mau kaku ajari lima kalimat yang pernah diajarkan Jibril kepadaku ?โ Lalu Fathimah menjawab, โAjarilah saja aku lima kalimat yang diajarkan kepadamu, wahai ayah.โ Dengan serta-merta, Rasulullah mengajarkan lima kalimat itu. โBacalah selalu Yaa awwalal Awwaliina, wa Yaa Akhiiral Akhiriina, wa Yaa Dzal Quwwatil Matiin, wa yaa Raahimil masaakiin, wa yaa Arhamar Raahimiin Wahai Zat Yang Mahaawal, wahai Zat yang Mahaakhir, wahai Zat Pemilik Kekuatan yang hebat, Wahai Zat yang Maha Pengasih bagi orang-orang miskin, wahai Zat Yang Maha Pengasih.โ Khatimah Telah kita pahami bersama bahwa kewajiban nafkah menjadi tanggung jawab suami kita, akan tetapi kadang ada kondisi tertentu, terlebih di saat pandemi sekarang ini menjadikan pendapatan keluarga berkurang bahkan tidak mencukupi. Bila suami sudah berikhtiar semaksimal mungkin dalam memenuhi kebutuhan keluarga, akan tetapi kebutuhan keluarga tidak tercukupi, sudah seharusnya sebagai istri membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan mengelola keuangan dengan baik, di samping juga dengan tetap memotivasi suami agar terus berikhtiar. Selain itu, tentu saja dengan selalu memanjatkan doa kepada Allah Swt.. Kita yakin bahwa doa yang kita panjatkan dengan penuh keikhlasan, sepenuh jiwa dan raga kita, terlebih kita terus kumandangkan di waktu-waktu diijabahnya doa, dengan izin Allah akan membelah langit, menjadi jalan dikabulkannya doa kita. Semoga Allah senantiasa memberikan kecukupan rezeki untuk kita dan keluarga. Aamiin yaa mujiibas saailiin. Wallahu aโlam bishshawwab. [MNews/Gz] Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Berapa sih uang nafkah dan uang belanja yang wajib diberikan seorang suami kepada istri? Ternyata keduanya memiliki makna yang berbeda, dan porsi yang juga berbeda. Namun, sebelum membahasnya lebih jauh, kamu perlu mengetahui dulu perbedaan nafkah dan uang belanja. Sebab, uang nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti bayar listrik, makan dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sementara itu, uang nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan. Kalau masih bingung cara mengaturnya, kamu bisa tanyakan langsung kepada ahlinya di Tanya Lifepal! Untuk mengetahui perbedaan nafkah dan uang belanja, mari kita simak pembahasan berikut. Baik istri maupun suami memiliki perannya masing-masing. Meski nggak saklek, sudah menjadi kesepakatan umum bahwa tugas seorang suami adalah menafkahi keluarga agar tercukupi kebutuhannya, sedang sang istri bertugas mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga. Karena itu, sudah menjadi kewajiban seorang suami memberikan nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan. Definisi uang nafkah dan uang belanja ini berbeda. Uang belanja dialokasikan untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari keluarga selama sebulan. Sementara itu, uang nafkah diperuntukan khusus untuk kebutuhan istri selama sebulan atau uang jajan istri. Di sinilah letak perbedaan nafkah dan uang belanja yaitu pada penggunaan uang tersebut, meski sama-sama diserahkan kepada istri. Berikut ulasan lengkap perbedaan nafkah dan uang belanja agar rumah tangga kamu makin harmonis! Uang nafkah Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, nafkah berarti juga uang belanja untuk hidup, diberikan oleh suami kepada istri untuk berbelanja, entah untuk kebutuhan rumah tangga atau hal lainnya. Seperti disinggung di atas, uang nafkah istri berbeda dengan uang belanja. Uang nafkah adalah uang jajan yang diberikan suami kepada istri. Meski istri ikut bekerja dan dapat penghasilan yang turut membantu keuangan keluarga, tetap tidak menggugurkan kewajiban suami memberi uang nafkah. Lantas, bagaimana jika penghasilan suami lebih rendah dari penghasilan istri? Bila kondisi itu yang terjadi, maka suami harus menyerahkan semua penghasilannya kepada istri, agar dia yang mengatur segala pengeluaran. Dari pengertian tersebut sudah sangat jelas kalau uang nafkah menjadi kewajiban suami untuk membahagiakan istri. Perkara uangnya mau diapakan oleh istri adalah kewenangannya. Mau dipakai untuk mempercantik diri ke salon, tambah koleksi blus di lemari, beli parfum baru, atau membelikan steak enak, beli kemeja baru buat suami atau anak-anak. Uang nafkah bebas dimanfaatkan oleh istri untuk keperluan apa pun. Tapi lebih bermanfaat jika untuk membeli asuransi kesehatan keluarga supaya semua anggota keluarga tidak perlu khawatir lagi soal biaya kalau harus berobat ke rumah sakit. Penjelasan di atas mengungkapkan pengertian dan perbedaan nafkah dengan uang belanja. Berikut pengertian uang belanja bulanan yang akan menjelaskan secara rinci perbedaan nafkah dan uang belanja. Uang belanja bulanan Perbedaan nafkah dan uang belanja selanjutnya bisa kamu lihat dari pengertian uang belanja bulanan. Uang ini biasanya adalah uang dalam jumlah tertentu yang diberikan suami pada sang istri, yang kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari hari. Seperti belanja bahan makanan, bayar air dan listrik, serta uang jajan anak sekolah. Memberi uang belanja bulanan pada istri dianggap perlu karena dalam UU Perkawinan suami memiliki kewajiban untuk memberi nafkah lahir batin pada istri. Salah satunya dengan uang belanja bulanan itu. Lantas, berapa sih nominal ideal uang belanja bulanan istri? Ternyata hal ini masih sangat membingungkan. Sebab, sampai saat ini belum ada UU yang mengatur berapa batas minimal jatah belanja bulanan yang wajib diberikan suami pada istrinya. Bagaimana? Sudah paham perbedaan nafkah dan uang belanja kan? Cara menghitung uang belanja bulanan istri Memang belum ada UU yang pasti mengenai nominal uang bulanan untuk seorang istri. Karena itu, untuk nominalnya kembali lagi ke setiap pasangan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap keluarga. Meski begitu berdasarkan rumus 502525, kamu bisa menjadikannya patokan menentukan jatah ideal uang belanja bulanan istri. 50% untuk uang belanja, 25% untuk nafkah istri, 25% buat pegangan suami. Misalnya, gaji suami per bulan Rp20 juta. Maka jatah belanja bulanan istri sebesar Rp10 juta, jatah nafkah istri Rp5 juta, dan uang pegangan suami Rp5 juta per bulan. Namun, rumus di atas tidak selalu menjadi patokan jatah ideal uang belanja istri. Karena, semuanya tergantung kamu dan pasangan. Keluarga yang memiliki anak tentu saja berbeda dengan yang belum punya anak. Apalagi jika pasangan memiliki pekerjaan tetap atau masih serabutan, jelas berbeda pembagiannya. Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah, membahasnya secara terbuka dengan pasangan. Saling terbuka dan memiliki tujuan keuangan bersama tentu akan membuat kamu dan pasangan tambah dekat. Tips kelola keuangan bareng pasangan Setelah berumah tangga, keuangan keluarga harus diatur sedemikian rupa dengan segala aturannya supaya kebutuhan keluarga terpenuhi. Aturan tentang masalah keuangan di dalam rumah tangga, salah satunya uang nafkah dan uang belanja istri, harus jelas sejak awal dengan matang dan terbuka. Ini dilakukan agar tidak terjadi pertentangan di kemudian hari. Karena itu, kamu harus mengelola keuangan bersama pasangan untuk dapat mengetahui apa tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Pengelolaan keuangan keluarga yang baik tentu akan membuat kehidupan keluarga menjadi semakin baik. Untuk urusan pengelolaan keuangan keluarga, baik suami maupun istri punya hak yang sama. Agar tidak menimbulkan keributan, tugas rumah tangga harus dibagi dengan adil komunikasi yang baik. Dengan begitu, tidak akan ada masalah ke depannya. Nah, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencatat pemasukan dan mengeluarkan setiap bulan. Dengan pendapatan per bulan sekian, kamu dapat membuat biaya belanja untuk kebutuhan rumah, biaya makan dan transportasi, kebutuhan pembelian sehari-hari, pengeluaran atau investasi, dan biaya hangout. Dengan melakukan langkah ini, kamu bisa mengetahui tujuan jangka pendek seperti dana darurat, dana liburan maupun tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan anak dan dana pensiun. 1. Kebiasaan dan pandangan terhadap uang Yang namanya orang tentu memiliki kebiasaan berbeda-beda. Ada yang boros, ada yang pintar mengatur keuangan. Agar bisa mengendalikan sirkulasi keuangan, kamu harus mendiskusikan jika terdapat perbedaan yang dapat memicu pertengkaran sehingga tercapai suatu kesepahaman, tanpa saling menghakimi. 2. Membagi peran masing-masing Dalam sebuah keluarga, yang paling penting adalah kerja sama yang kompak antara suami dan istri. Pembagian tugas mengelola keuangan ini sangat penting dilakukan supaya kehidupan keluarga bisa berjalan dengan baik. Siapa yang mengelola investasi, siapa yang melakukan pembayaran tagihan atau cicilan, berapa besar porsi yang dibayar oleh masing-masing jika keduanya bekerja. 3. Bikin anggaran keuangan bersama Kebutuhan harus selalu menjadi prioritas utama di atas keinginan. Kamu harus benar-benar teliti membedakan apa yang menjadi kebutuhan yang harus dikeluarkan dengan apa yang hanya menjadi keinginan saja. Jadi, sepakati nilai pembelian suatu barang yang perlu didiskusikan dulu dengan pasangan, termasuk juga jika hendak memberikan bantuan atau pinjaman kepada keluarga atau teman. 4. Bahas kondisi keuangan bareng pasangan secara berkala Pengaturan keuangan kerap menjadi masalah karena gengsi, pola pikir yang salah, hingga adat boros. Untuk itu, kamu harus mengeceknya berkala demi pencapaian tujuan keuangan bersama. Kamu juga harus meninjau pengeluaran versus anggaran. Jika ada yang off-track, cari solusinya bersama. Itulah informasi tentang perbedaan dan nominal uang nafkah dan uang belanja yang wajib diberikan suami kepada istri. Untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri selain memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri. Namun, lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Semoga tips di atas membantu kamu mengenali perbedaan nafkah dan uang belanja sehingga keluarga kamu punya pengaturan keuangan yang lebih baik. Hitung simpanan masa depan dengan Kalkulator Lifepal Setelah mengetahui perbedaan nafkah dan uang belanja termasuk nominalnya yang wajib diberikan suami kepada istri, jangan lupa menyimpan simpanan masa depan ya! Sebagai gambaran, berapa dana yang kamu perlu sisihkan ke dalam tabungan, coba hitung dengan Kalkulator Tabungan Bulanan Lifepal berikut. Lindungi keuanganmu dengan asuransi kesehatan Meski uang nafkah dan uang belanja sudah diberikan suami, kita tetap harus melindungi keuangan dengan asuransi kesehatan. Kalau sudah punya asuransi kesehatan, kalian tidak perlu khawatir lagi dengan mahalnya berobat di rumah sakit karena perusahaan asuransi yang akan menanggungnya. Dengan begitu, keuangan kita menjadi stabil karena tabungan, investasi, atau aset yang kita miliki tidak perlu terkuras untuk membayar tagihan berobat di rumah sakit karena telah ditanggung oleh asuransi. Nah bagi kamu yang sudah berkeluarga dan punya mobil juga perlu memberikan proteksi mobil. Selain menjaga keuangan kamu, asuransi mobil mengurangi risiko kerugian berkendara. Jadi aman deh! Beli melalui broker asuransi Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim biaya kateterisasi jantung. Tapi ingat, ketika sedang mengalami penyakit jantung, pengajuan klaim akan sangat sulit dilakukan sendiri. Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. Di sinilah peran broker asuransi seperti Lifepal untuk membantu nasabah mengatasi kendala pengajuan klaim. Oya, kamu sendiri bisa berpartisipasi memasarkan produk asuransi Lifepal lho. Gabung aja dengan Mitra Lifepal dan dapatkan penghasilan bulanan hingga Rp30 juta sebulan. Menarik, bukan? Keuntungan beli asuransi kesehatan online Ada begitu banyak manfaat yang bisa didapat dengan beli asuransi kesehatan online. Salah satunya, kemudahan bertransaksi. Calon nasabah hanya perlu buka situs broker asuransi untuk membandingkan ratusan produk asuransi kesehatan terbaik dan murah. Setelah itu, pilih plafon dan premi yang sesuai kebutuhan serta anggaran. Selain itu, marketplace asuransi online juga biasanya menawarkan banyak diskon sehingga premi yang didapat bisa lebih murah. Seperti Lifepal yang saat ini menawarkan promo menarik untuk produk asuransi kesehatan. Pertanyaan seputar perbedaan nafkah dan uang belanja Apa perbedaan nafkah dan uang belanja?Perbedaan nafkah dan uang belanja untuk istri terletak pada penggunaannya. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti bayar listrik, makan dan biaya kebutuhan hidup lainnya, sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan. Berapa uang bulanan untuk istri? Adanya perbedaan nafkah dan uang belanja membuat porsinya berbeda. Dengan perbedaan nafkah dan uang belanja ini, maka kamu bisa terapkan rumus perhitungannya 50% untuk belanja, 25% untuk nafkah istri, 25% buat pegangan suami. Misalnya, gaji suami per bulan Rp20 juta. Maka jatah belanja bulanan istri sebesar Rp10 juta, jatah nafkah istri Rp5 juta, dan uang pegangan suami Rp5 juta per bulan. Siapa yang berhak mengatur keuangan dalam rumah tangga? Bukan soal gender, baik suami atau istri sama-sama berhak untuk mengelola keuangan keluarga. Bukan hanya istri, seorang suami juga berhak mengelola keuangan keluarga. Namun, adanya perbedaan nafkah dan uang belanja membuat suami-istri harus menerapkan pengelolaan keuangan yang bijak. Apakah suami wajib memberi nafkah kepada istri yang bekerja? Meski istri ikut bekerja dan dapat penghasilan yang turut membantu keuangan keluarga, tetap tidak menggugurkan kewajiban suami memberi uang nafkah. Selain itu, adanya perbedaan nafkah dan uang belanja yang menjadi hak istri harus dipenuhi suami sesuai kemampuannya.
Sebuah status Facebook viral, dibagikan lebih dari 60 ribu pengguna Facebook lainnya. Apa pasal? Ia mengunggah foto dua amplop berisi uang, yang satu bertuliskan uang shopping, satu lagi bertuliskan uang belanja. Lantas ia menuliskan bahwa uang nafkah berbeda dengan uang belanja. Benarkah demikian? Apa itu nafkah, apa saja jenisnya, bagaimana hukum nafkah untuk istri dan bagaimana ketentuan jumlahnya? Berikut ini pembahasannya. Pengertian NafkahJenis Nafkah1. Nafkah Tersebab Pernikahan2. Nafkah Tersebab Hubungan Kekerabatan3. Nafkah Tersebab Hak KepemilikanDalil Wajibnya Nafkah untuk IstriSyarat Menerima Nafkah1. Ikatan perkawinan yang sah2. Menyerahkan diri kepada suaminya3. Suaminya dapat menikmatinya4. Tidak menolak apabila suami mengajak pindah rumah5. Kedua-duanya bisa saling menikmatiBesaran Nafkah untuk Istri1. Sesuai Kebutuhan Istri2. Sesuai Kemampuan Suami3. Kebutuhan Pokok Nafkah berasal dari bahasa Arab an-nafaqaat ุงููููุงุช yang merupakan bentuk jamak dari an-nafaqah ุงููููุฉ. An-nafaqah terambil dari kata al-infaq ุงูุฅููุงู, asalnya adalah anfaqa-yunfiqu ุงููู โ ูููู yang artinya mengeluarkan, menghabiskan. Dengan demikian, secara bahasa etimologi, nafkah adalah sesuatu yang seseorang infakkan atau keluarkan untuk keperluan keluarganya. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu menjelaskan, pengertian nafkah secara istilah terminologi menurut syaraโ adalah kecukupan yang seseorang berikan dalam hal makanan, pakaian, dan tempat tinggal untuk keluarganya. Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, nafkah adalah memenuhi kebutuhan makan, tempat tinggal, pembantu rumah tangga, dan pengobatan istri. Sedangkan dalam Fiqih Manhaji, nafkah adalah semua yang manusia butuhkan baik berupa makanan, pakaian, maupun tempat tinggal. Baca juga Ayat Kursi Jenis Nafkah Dalam fiqih, nafkah ada beberapa macam. Nafkah-nafkah ini terbagi dalam dua golongan besar. Pertama, nafkah yang wajib dikeluarkan seseorang untuk dirinya sendiri. Kedua, nafkah yang wajib dikeluarkan untuk orang/pihak lain. Nah, nafkah untuk orang/pihak lain ini diklasifikasikan menjadi tiga bagian; nafkah sebab pernikahan, nafkah sebab kekerabatan, dan nafkah sebab kepemilikan. Setiap bagian memiliki penjelasan tersendiri. 1. Nafkah Tersebab Pernikahan Nafkah yang wajib seseorang keluarkan tersebab pernikahan tidak lain adalah nafkah untuk istri. 2. Nafkah Tersebab Hubungan Kekerabatan Nafkah sebab kekerabatan, para ulama berbeda pendapat. Menurut madzhab Maliki, orang yang wajib menerima nafkah tersebab kekerabatan adalah ayah, ibu, dan anak. Menurut madzhab Syafiโi, mereka adalah orang tua ke atas dan anak ke bawah. Sedangkan menurut madzhab Hanafi, lebih luas lagi, yakni kerabat yang memiliki hubungan mahram. Ada pun menurut madzhab Hanbali, mereka adalah kerabat yang berhak mendapatkan warisan. 3. Nafkah Tersebab Hak Kepemilikan Misalnya binatang ternak dan hewan peliharaan. Orang yang memeliharanya harus memberikan nafkah berupa makanan dan minuman. Tidak boleh menyiksanya dan tidak boleh membebaninya dengan beban yang melebihi kesanggupannya. Juga, tidak boleh mencampur binatang dan pemangsanya misal ayam dan banteng. Baca juga Asmaul Husna Dalil Wajibnya Nafkah untuk Istri Memberi nafkah kepada istri hukumnya wajib menurut Al-Qurโan, hadits, dan ijmaโ. Ada pun dalilnya dari Al-Qurโan antara lain sebagai berikut ููุงููููุงููุฏูุงุชู ููุฑูุถูุนููู ุฃูููููุงุฏูููููู ุญููููููููู ููุงู
ููููููู ููู
ููู ุฃูุฑูุงุฏู ุฃููู ููุชูู
ูู ุงูุฑููุถูุงุนูุฉู ููุนูููู ุงููู
ููููููุฏู ูููู ุฑูุฒูููููููู ููููุณูููุชูููููู ุจูุงููู
ูุนูุฑูููู Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maโruf โฆ. QS. Al-Baqarah 233 ุฃูุณููููููููููู ู
ููู ุญูููุซู ุณูููููุชูู
ู ู
ููู ููุฌูุฏูููู
ู ููููุง ุชูุถูุงุฑูููููููู ููุชูุถูููููููุง ุนูููููููููู Tempatkanlah mereka para isteri di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka โฆ. QS. At-Thalaq 6 ูููููููููู ุฐูู ุณูุนูุฉู ู
ููู ุณูุนูุชููู ููู
ููู ููุฏูุฑู ุนููููููู ุฑูุฒููููู ูููููููููููู ู
ูู
ููุง ุขูุชูุงูู ุงูููููู ููุง ููููููููู ุงูููููู ููููุณูุง ุฅููููุง ู
ูุง ุขูุชูุงููุง ุณูููุฌูุนููู ุงูููููู ุจูุนูุฏู ุนูุณูุฑู ููุณูุฑูุง Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. QS. At-Thalaq 7 Dalil dari hadits, di antaranya sebagai berikut ุฎูููุฑูููู
ู ุฎูููุฑูููู
ู ูุฃููููููู ููุฃูููุง ุฎูููุฑูููู
ู ูุฃูููููู Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku. HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih ููุงุชูููููุง ุงูููููู ููู ุงููููุณูุงุกู ููุฅููููููู
ู ุฃูุฎูุฐูุชูู
ููููููู ุจูุฃูู
ูุงูู ุงูููููู ููุงุณูุชูุญูููููุชูู
ู ููุฑููุฌูููููู ุจูููููู
ูุฉู ุงูููููู ููููููู
ู ุนูููููููููู ุฃููู ูุงู ูููุทูุฆููู ููุฑูุดูููู
ู ุฃูุญูุฏูุง ุชูููุฑูููููููู. ููุฅููู ููุนููููู ุฐููููู ููุงุถูุฑูุจููููููู ุถูุฑูุจูุง ุบูููุฑู ู
ูุจูุฑููุญู ููููููููู ุนูููููููู
ู ุฑูุฒูููููููู ููููุณูููุชูููููู ุจูุงููู
ูุนูุฑูููู Bertakwalah kepada Allah dalam urusan wanita. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka sebagai amanat Allah dan menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah, dan mereka wajib menjaga untukmu supaya tidak ada seorang lelaki pun yang kamu benci memasuki kamarmu. Apabila mereka melakukan itu, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Dan kalian wajib memberi makan dan pakaian kepada mereka secara maโruf. HR. Muslim ุนููู ู
ูุนูุงููููุฉู ุงููููุดูููุฑูููู ููุงูู ููููุชู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ู
ูุง ุญูููู ุฒูููุฌูุฉู ุฃูุญูุฏูููุง ุนููููููู ููุงูู ุฃููู ุชูุทูุนูู
ูููุง ุฅูุฐูุง ุทูุนูู
ูุชู ููุชูููุณูููููุง ุฅูุฐูุง ุงููุชูุณูููุชู โ ุฃููู ุงููุชูุณูุจูุชู โ ูููุงู ุชูุถูุฑูุจู ุงููููุฌููู ูููุงู ุชูููุจููุญู ูููุงู ุชูููุฌูุฑู ุฅููุงูู ููู ุงููุจูููุชู Dari Muawiyah al-Qusyairi, ia berkata, aku bertanya, โYa Rasulullah, apa hak istri kami?โ Beliau bersabda, โEngkau memberinya makan apa yang engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian. Janganlah engkau pukul mukanya, janganlah engkau menjelekannya, dan janganlah engkau meninggalkannya melainkan masih dalam satu rumah.โ HR. Abu Dawud; hasan ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฃูููู ููููุฏู ุจูููุชู ุนูุชูุจูุฉู ููุงููุชู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅูููู ุฃูุจูุง ุณูููููุงูู ุฑูุฌููู ุดูุญููุญู ุ ููููููุณู ููุนูุทููููู ู
ูุง ูููููููููู ููููููุฏูู ุ ุฅููุงูู ู
ูุง ุฃูุฎูุฐูุชู ู
ููููู ูููููู ูุงู ููุนูููู
ู ููููุงูู ุฎูุฐูู ู
ูุง ููููููููู ููููููุฏููู ุจูุงููู
ูุนูุฑูููู Dari Aisyah bahwa Hindun binti Utbah pernah bertanya, โWahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir. Ia tidak mau memberi nafkah kepadaku dan anakku sehingga aku mesti mengambil darinya tanpa sepengetahuannya.โ Maka Rasulullah bersabda, โAmbillah apa yang mencukupi untuk keperluan kamu dan anakmu dengan cara yang baik.โ HR. Bukhari dan Muslim Sedangkan dalil dari ijmaโ, Ibnu Qudamah mengatakan, โPara ulama sepakat tentang kewajiban suami memberikan nafkah kepada istri-istrinya jika suami sudah berusia baligh kecuali kalau istrinya itu berbuat durhaka.โ Baca juga Kalimat Thayyibah Syarat Menerima Nafkah Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa syarat wanita menerima nafkah ada lima, yaitu 1. Ikatan perkawinan yang sah Jika pernikahannya tidak sah, batal, atau cerai, suami tidak wajib memberikan nafkah kepada istri. Contoh, istri murtad. 2. Menyerahkan diri kepada suaminya Istri yang tidak mau menyerahkan dirinya kepada suami, misalnya setelah akad nikah kemudian kabur, suami tidak wajib memberinya nafkah. 3. Suaminya dapat menikmatinya Misalnya istri yang tidak mau berhubungan dengan suaminya padahal sudah menikah, atau tidak mau disentuh, suami tidak wajib memberinya nafkah. 4. Tidak menolak apabila suami mengajak pindah rumah Jika suami mengajak pindah, entah karena pekerjaan atau hal lain yang tidak membahayakan, istri wajib mengikutinya. Jika istri menolak mengikuti suami, suami tidak wajib memberinya nafkah. Demikian pula istri yang tidak mau pindah dari rumah orang tuanya ke rumah suami tanpa alasan syarโi. 5. Kedua-duanya bisa saling menikmati Jika terhalangnya karena istri sakit atau tersebab kendala suami, suami tetap wajib memberinya nafkah. Baca juga Niat Sholat Tahajud Besaran Nafkah untuk Istri Berapakah besar nafkah yang wajib suami berikan kepada istri? Dalam Al-Qurโan dan Sunnah, tidak ada ketentuan besarannya secara rinci. Namun, Al-Qurโan menggunakan istilah maโruf. Bahwa nafkah itu harus cukup, layak, dan pantas. Kedua, sesuai uaikan dengan kemampuan, sebagaimana dalam Surat Ath Talaq ayat 6 dan 7. Ketentuan umum seperti ini sebenarnya memberikan kemudahan dan kebaikan untuk seluruh keluarga muslim. Di satu sisi ia tidak memberatkan suami, di sisi yang lain tidak menzalimi istri. Lalu bagaimana menentukan kadar maโruf nafkah suami kepada istri, berapa besaran minimalnya? Di sinilah para ulama berijtihad. Setidaknya ada tiga poin penting yang menjadi pertimbangan para ulama untuk menentukannya. 1. Sesuai Kebutuhan Istri Pendapat pertama, besaran nafkah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan istri. Berdasarkan hadits Hindun binti Utbah yang Rasulullah persilakan mengambil harta suaminya yang bakhil, sebagian ulama menentukan besarnya nafkah untuk istri diukur menurut kebutuhan istri dengan ukuran yang makruf. โHadits ini menunjukkan bahwa jumlah nafkah diukur menurut kebutuhan istri dengan ukuran yang makruf, yaitu ukuran yang standar bagi setiap orang di samping memperhatikan kebiasaan yang berlaku pada keluarga istri,โ terang Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah. โKarenanya, jumlah nafkah berbeda menurut zaman, tempat, dan keadaan individunya.โ 2. Sesuai Kemampuan Suami Pendapat kedua, besaran nafkah sesuai dengan kemampuan suami, bukan keadaan istri. Kalangan Hanafiyah menetapkan jumlah nafkah istri sesuai dengan kemampuan suami tanpa melihat keadaan istrinya. Mereka berdalil dengan Surat Ath Thalaq ayat 6 dan 7. Madzhab Syafiโi sejalan dengan Madzhab Hanafi ini. Bahwa menentukan jumlah nafkah bukan berdasarkan kebutuhan tetapi diukur berdasarkan hukum syaraโ dengan mempertimbangkan kemampuan suami. Maka dalam madzhab ini, suami yang kaya wajib memberikan nafkah dua mud per hari. Sedangkan suami yang miskin, wajib memberikan nafkah satu mud per hari. Antara keduanya, bisa 1,5 mud per hari. Jangan heran jika ketentuannya dalam bentuk mud. Ketentuan ini berdasarkan kafarat. Satu mud setara dengan 6 ons gandum atau beras. Berarti itu makanan? Ya. Mayoritas ulama fiqih ketika membahas nafkah, yang paling banyak dibicarakan adalah makanan. Bukan berarti pakaian dan tempat tinggal tidak wajib. 3. Kebutuhan Pokok Baik pendapat pertama maupun kedua, keduanya tidak membatasi nafkah hanya makanan. Nafkah yang wajib minimal meliputi kebutuhan pokok. Minimalnya adalah makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Bahkan, mayoritas ulama menambahkan beberapa hal lain sebagai nafkah minimal. Makanan Mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan. Juga tradisi yang berlaku di masyarakat setempat. Dalam masyarakat kita, makanan artinya makan tiga kali sehari. Jika bisa, empat sehat lima sempurna. Pakaian Jika suami miskin, menurut ulama Syafiโiyah, minimal memberikan dua pakaian. Setiap kali rusak, suami wajib mengganti pakaian tersebut. Dan pakaian di sini harus menutup aurat secara sempurna. Di masa sekarang, mayoritas masyarakat kita memiliki banyak pakaian. Bahkan pakaian tertentu hanya cocok untuk momen tertentu. Misalnya pakaian resmi, baju rumahan, pakaian ke walimah, seragam pengajian, dan lain-lain. Di satu sisi menyesuaikan dengan kebutuhan, di sisi lain juga tidak boros. Masalah merk, menyesuaikan dengan kemampuan suami, jangan berlebih-lebihan. Tempat tinggal Suami wajib memberikan tempat tinggal untuk istri yang tidak bercampur dengan keluarga lain. Namun jika istri rela untuk tinggal di rumah mertua, hal itu tidak mengapa. Idealnya tempat tinggal ini adalah rumah miliki sendiri, meskipun kecil. Namun, jika suami belum mampu membeli rumah, tempat tinggal bisa diperoleh dengan sewa atau kontrak. Termasuk dalam kewajiban tempat tinggal ini adalah perabot rumah tangga dan alat kebersihan yang istri butuhkan. Obat-obatan kesehatan Sebagian ulama menyebut obat-obatan bukan kewajiban suami. Namun, pendapat ini tertolak. Bahkan banyak ulama menjelaskan, obat-obatan kesehatan lebih penting daripada makanan karena jika seseorang sakit, ia tidak bisa menikmati makanan. Dan betapa buruknya seorang suami yang hanya menyukai dan menafkahi istrinya di kala sehat, tetapi tidak bertanggungjawab saat istrinya sakit. Make up Memang para ulama dahulu tidak menyebut make up, karena istilah tersebut belum ada di waktu itu. Namun kita bisa menggunakan istilah ini untuk mengelompokkan alat-alat berhias yang para ulama sebutkan. Ulama Malikiyah berkata, โSuami juga wajib menyediakan alat-alat berhias yang penting untuk istri seperti celak, minyak, dan sejenisnya.โ Para ulama Syafiโiyah menambahkan sisir. Sedangkan ulama Hanabilah menambahkan sabun. Jadi, make up yang diperbolehkan bagi seorang muslimah merupakan salah satu bentuk nafkah yang harus suami sediakan untuk istrinya. Ada pun jenis dan merk-nya, tentu menyesuaikan dengan kemampuan suami. Pembantu Para ulama sepakat bahwa seorang istri wajib mendapatkan pembantu jika suami kaya dan istri terbiasa mendapatkan pelayanan sewaktu masih tinggal bersama orang tuanya. Atau istri memiliki harkat yang tinggi atau sedang sakit. Bahkan menurut pendapat ulama Malikiyah, suami yang kaya wajib menyediakan dua pembantu untuk istrinya. Satu pembantu di dalam rumah dan satu pembantu untuk urusan keluar rumah. Namun, menurut mayoritas ulama tidak wajib menyediakan pembantu lebih dari satu. Demikian fiqih nafkah mulai dari pengertian, jenis, hukum nafkah untuk istri dan bagaimana ketentuan jumlahnya. Semoga bermanfaat dan Allah memudahkan kita semua untuk memenuhi semua nafkah yang menjadi kewajiban kita. Wallahu aโlam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]
antara nafkah istri dan uang belanja muslimah corner